Menilik Kisah Buya Hamka dari Balik Penjara bersama ITJ Jogja

Jogjakarta – Bekerja sama dengan Teras Dakwah, #IndonesiaTanpaJIL Chapter Jogja kembali gelar kajian Pemikiran Islam bertema “Memata-Mata Ulama; Belajar Dari Pemenjaraan Buya Hamka Saat Orde Baru”. Kajian Pemikiran Islam merupakan kajian rutin per dua pekan sekali dan Teras Dakwah selaku penyedia tempat merupakan mitra kajian yang sudah terjalin selama 2 tahun terakhir.

Ketua ITJ Jogja Wijang Prasongko Wibowo mengungkapkan tema tersebut dipilih mengingat akhir-akhir ini ummat Islam melihat dan prihatin akan maraknya kriminalisasi terhadap ulama. Sebagai indikator, katanya, mulai merebaknya islamophobia di Indonesia.

“Kita ingin kembali belajar dari sejarah, bahwasannya memang tragedi seperti ini dulu pun pernah terjadi di era Buya Hamka. Harapannya ummat bisa belajar dari sejarah,” ujar Wijang, sapaan akrabnya.

Berbicara tentang Buya Hamka memang akan memukan banyak khazanah dalam perjalanan hidupnya. Pada masanya pernah mengalami dakwah roboh, fondasi persatuan muslimin berantakan, termasuk pada saat dirinya terkena ujian difitnah. Yang akhirnya berujung pada pemenjaraan sang Buya.

“Sejarah Buya Hamka sampai akhirnya beliah dipenjara bisa dijadikan pembelajaran. Dikaitkan juga dengan peristiwa kekinian yang sedang hangat,” kata Wijang menambahkan.

Pada Kajian Pemikiran Islam ITJ Jogja mengundang Yusuf Maulana, Penyusun Buku Panggilan Bersatu Buya Hamka sebagai pembicara. Kajian digelar di Teras Dakwah (400 meter dari timur RSUD Wirosaban pada hari Sabtu, 3 Februari 2018 mulai pukul 16.00 sampai masuk waktu maghrib.

“Target peserta 70 orang dan terbuka untuk umum. Untuk info lebih lanjut teman-teman bisa menghubungi nomer 0897-206-9292,” demikian tutup Wijang. (yp/itj)