Training For Trainer ITJ, Mencetak Trainer Bermanfaat Buat Umat

Sabtu lalu, 13 Juni 2015, #IndonesiaTanpaJIL mengadakan Training for Trainer (TFT) yang berlokasi di SMPIT An Nur, kota Jababeka 2, Cikarang. Bekerja sama dengan #ITJ Chapter Cikarang sebagai tuan rumah, TFT dihadiri oleh peserta yang berasal dari ITJ Chapter Jabodetabek. Sebagai pembicara dalam TFT tersebut adalah, M. Fadhila Azka, salah satu staf divisi kaderisasi pusat dan Gatot Prasetyo Hadi, selaku Sekjend pusat ITJ. 2 fokus pembahasan dalam TFT ini, adalah tentang Bahaya JIL dan sejarah dari #IndonesiaTanpaJIL.

Pada sesi pertama, sebagai pembicara adalah M. Fadhila Azka yang membahas tentang bahaya JIL berdasarkan literatur teks atau karya tulis yang kaum JIL hasilkan. Selain itu juga, dibahas akar pemikiran dari paham Liberalisme yang selama ini digaungkan oleh kaum JIL. “Pembahasan melawan pemikiran Liberal juga harus dilakukan dengan membaca hasil karya orang-orang JIL. Karena dengan membaca hasil karya tulisan mereka, kita jadi tahu bagaimana kerancuan pemikiran mereka, sehingga kita bisa meng-counter pemikiran mereka.” Ucap Azka. Dia melanjutkan,

“Karena jika kita terus membahas dari screenshot Twitter mereka, sementara itu dari tahun 2011, 2012, dsb, maka akan menjadi kontekstual. Seperti alasan mereka. Makanya kita juga harus pelajari karya tulis mereka untuk mengungkap kontradiksi.

Sesi selanjutnya adalah pemberian materi oleh Gatot Prasetyo Hadi selaku Sekjend ITJ yang membahas tentang sejarah gerakan #IndonesiaTanpaJIL. Gatot memulai dengan mengucapkan terima kasih kepada para peserta aksi #IndonesiaTanpaFPI, 14 Februari 2012 lalu. “terima kasih kepada para mbak-mbak, atau bisa dibilang mas-mas juga, yang telah mengadakan aksi #IndonesiaTanpaFPI di bundaran HI, 14 Februari 2012 lalu. Kita jadi mengetahui, siapa saja dalang dibalik aksi tersebut. Yaitu tidak lain adalah orang-orang JIL sendiri.” Dalam sesi ini, Gatot menggaris bawahi pembahasan tentang siapa founder ITJ. “kalo dibahas, siapa founder ITJ, ya saya sendiri juga tidak tahu. Kenapa? Karena gerakan ini muncul Hashtag nya terlebih dahulu dibanding orang-orangnya. Makanya agak susah juga kalo ditanya siapa, karena kita tidak tahu” ucapnya.

Dalam pembahasannya, Gatot lebih fokus kepada refleksi kegiatan-kegiatan ITJ dari awal berdirinya. Dan sesi terakhir dipandu oleh Ade Candra, yang juga sebagai Koordinator Pusat gerakan #IndonesiaTanpaJIL. Sesi terakhir ini merupakan sesi microteaching bagi setiap calon trainer yang mengikuti kegiatan TFT ini. Dalam sesi terakhir ini, setiap peserta diminta untuk mempraktekkan kemampuan berbicara dan menyampaikan materi kepada calon peserta yang akan mereka isi dikemudian hari. (Capung)