Jalan Hijrah Para Pendakwah

Aula Rabbani Rawamangun, menjadi saksi banyaknya peserta yang datang pada acara Milad ketiga gerakan #IndonesiaTanpaJIL bertajuk “From Zero To Heaven”. Dihadiri oleh Hilman Rosyad, Lc, seorang pakar Sirah Nabawiyah dan Pakar Parenting Islam, juga Teuku Wisnu, seorang Aktor yang hijrah ke jalan dakwah.

teuku2

Jalan dakwah yang dilalui seorang Teuku Wisnu memang tak mudah. Mencoba memutuskan untuk mendalami ilmu agama baginya adalah tantangan yang berat. “Ketika saya sedang mencoba untuk hijrah, saya bertemu dengan teman-teman saya di masa jahiliyah. Di situlah saya merasa itu adalah cobaan yang berat dalam hidup saya.” Ujar aktor yang telah dikaruniai satu orang anak bernama Teuku Adam Al Fatih ini.

Dalam kesempatan kali ini pula, Ustadz Hilman menceritakan pengalamannya berdiskusi dengan seorang Katolik. Ketika ia ditanya ‘Apakah kelebihan katolik  menurut Anda?’, Ustadz Hilman tak dapat menjawab. Namun ketika orang Katolik tersebut ditanyakan tentang kelebihan Islam, maka ia bisa menjawabnya dengan lancar. Salah satunya, Islam adalah agama yang solidaritasnya tinggi.

Mengetahui ada  peserta yang bertanya tentang JIL, Ustadz Hilman pun menjawab, “Ikut di gerakan ITJ ini akan lebih tau apa itu JIL dan bagaimana cara menanganinya. Hingga akhirnya mengetahui bahwa belajar agama adalah kebutuhan. Maka, dalam mendalami agama, lakukanlah ikhlas karena Allah.”

Di sesi yang berbeda, Zaky Ahmad Rivai, aktivis ITJ Jogja yang berkesempatan hadir juga diminta untuk menceritakan pengalaman dakwahnya selama ini. “From Zero To Heaven mengajak kita mendalami hikmah panjangnya jalan hijrah. Khususnya jalan hijrah para pejuang ITJ yang tak kenal lelah dan tak malu untuk senantiasa belajar dan memperbaiki diri. Saya pribadi bahagia dan bangga menjadi bagian dari perjalanan 3 tahun ITJ.” Ungkap penulis buku ‘Islam Gak Liberal’ itu. (Ajeng)