Minangkabau Menolak Jaringan Islam Liberal

Mewaspadai pemikiran sesat yang di usung Jaringan Islam Liberal, Indonesia Tanpa JIL chapter Padang (ITJ Padang) gelar Talkshow bertemakan “Peran pemikiran untuk membangun peradaban” pada hari sabtu (25/4) dan “Kenapa harus indonesia tanpa JIL” pada hari Ahad (26/4). ITJ Padang lansung mendatangkan Akmal Sjafril, penulis buku Islam Liberal 101 yang juga peneliti di Institue for the study of islamic thought and civilitation (INSIST), dan Kordinator Pusat #IndonesiaTanpaJIL Ade Chandra, atau biasa dipanggil kang decan. Acara talkshow yang diselenggarkan oleh ITJ padang dihadiri lebih kurang 200 peserta dengan latar belakang yang berbeda-beda, dari kalangan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada dikota padang, Ikatan Da’i Indonesia, lembaga dakwah, dan jurnalis.

Akmal sjafril yang membuka pembicaraan tentang pemikiran ini membuat seluruh peserta lansung antusias bahkan tercengang. Founder #IndonesiaTanpaJIL ini membuat peserta yang memenuhi aula ATIP Padang bertambah antusias ketika membuka pembahasan tentang pemikiran dengan mengatakan “Masalah utama manusia adalah pemikiran!!”. Bahkan sejak zaman nabi Adam as manusia sudah diserang dengan pemikiran oleh setan, ini adalah perang pemikiran yang terus berlanjut hingga hari kiamat, dan perang pemikiran ini bukanlah hal baru. Akmal menambahkan bahwa perang pemikiran berbeda dengan perang fisik, dalam perang fisik yang menang akan terhormat dan yang kalah akan mulia dengan kesyahidannya, sedangkan dalam perang pemikiran tidak ada pilihan kalah, karena jika kalah dalam perang pemikiran kita akan menjadi budak dari pemikiran tersebut. Akmal menegaskan bahwa pemikiran harus dilawan dengan pemikiran, dan dalam hal ini para pemuda harus bergerak melawan pemikiran-pemikiran sesat tersebut.

Ade candra yang merupakan  kordinator pusat #IndonesiaTanpaJIL ini menambahkan pentingnya gerakan pemuda untuk melawan pemikiran sesat Jaringan Islam Liberal. Bahkan pemikiran-pemikiran yang rusak hari ini banyak disajikan dalam berbagai macam media. Bahkan pamikiran akan dirusak tanpa disadari oleh manusia.

Pada hari kedua, Ahad (26/4) pembahasan talkshow mulai difokuskan tentang pentingnya #IndonesiaTanpaJIL sebagai suatu pergerakan yang mengedukasi masyarakat untuk memahami bahaya pemikiran sesat yang diusung Jaringan Islam Liberal dan kawan-kawannya.

Andri Oktavianas selaku kordonator ITJ Padang mengatakan bahwa ini adalah salah satu dari kegiatan ITJ padang, dan ini adalah sebuah penolakan dan perlawanan atas pemikiran-pemikiran sesat yang di usung oleh Jaringan Islam Liberal (JIL). Andri menambahkan bahwa secara adat istiadat minangkabau, pemikiran yang di usung oleh JIL sendiri sangat bertolak belakang seperti mempertanyakan lagi kefinalan nabi Muhammad SAW dan meragukan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Minangkabau dengan “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” sangatlah bertolak belakang dengan pemikiran-pemikiran sesat usungan Jaringan Islam Liberal. (andri/ITJ)