Radikalisme Itu Bernama Islam Liberal

Sabtu, 18 April 2015 #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bogor kembali  mengadakan kajian Keislaman yang berjudul Radikalnya Islam Liberal. Kajian yang dilaksanakan di Masjid Alumni IPB ini, digelar untuk menanggapi isu radikalisme yang tengah marak dibahas akhir-akhir ini.

image

Kajian yang menjaring puluhan peserta dari berbagai macam latar belakang ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan Ust. Akmal Sjafril ST, M.PdI sebagai pembicaranya. Antusiasme terlihat, ketika Ust. Akmal membahas arti radikal diawal-awal kajian.

image

“Banyak dari masyarakat yang belum paham dengan arti radikal. Dalam artian sebenarnya radikal adalah sesuatu yang tumbuh dan menyangkut dengan akar, yang memiliki sifat prinsip, namun di masyarakat sering berbeda. Ujar Ust. Akmal dengan penuh semangat.”

image

Dalam sesi yang sama, Ust Akmal juga sempat menyinggung mengenai istilah radikalisme Islam dan Islam radikal yang pada awalnya mencuat sejak peristiwa 9/11. Kata radikalisme ini kerap selalu dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai isu untuk mengintervensi negara lain secara politik.  Pada saat bersamaan, muncullah istilah Islam liberal sebagai tandingan dari Islam radikal.

“Islam Liberal ini datang dengan ancaman. Dalam maknanya saja, Islam liberal menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur. Dengan arti lain, mereka mengagungkan kebebasan pribadi, termasuk beragama sesuai caranya sendiri dan kebebasan berstruktur yang berarti bebas dari otoriritas para ulama, Pungkas Ust. Akmal.”

Diakhir acara gerakan #IndonesiaTanpaJIL mendapat dukungan dari ketua Forum Umat Islam Ust. Drs. Hasri Harahap, beliau mengutarakan apresiasi dan dukungannya bagi generasi muda yang bergerak di #IndonesiaTanpaJIL

Kajian ditutup dengan diskusi seru serta pembagian doorprize pada pukul 11.30 WIB. (ITJBogor)