#SPITanpaJIL Angkatan Pertama Ditutup, Kuatkan Sinergi Antar Alumni

Sabtu dan Ahad, 14-15 Februari 2015, Sekolah Pemikiran Islam #IndonesiaTanpaJIL Angkatan Pertama mengadakan penutupan kegiatan. Dengan dihadiri oleh para alumni SPI, penutupan ini diadakan di Villa Nova, Citeko, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Penutupan sekaligus rihlah ini, dihadiri pula oleh Koordinator Pusat #IndonesiaTanpaJIL, Ade Candra, dan Ketua Divisi Litbang, Akmal Sjafril.

“Dakwah adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Maka siapa yang berdakwah dengan semangat, dengan ilmu yang cukup, maka itu akan terus menambah keimanannya pada Islam.” tukas Candra, membuka sesi sambutannya. Disamping memaparkan tentang keutamaan dakwah, Candra juga berpesan agar dakwah senantiasa diiringi dengan ilmu dan sumber daya yang berkualitas. “Butuh tim yang ikhlas dan cukup. Tidak hanya modal ilmu saja yang ditambah, tetapi juga bisa bergabung dalam barisan dakwah dan mengembangkannya dengan keilmuan tersebut,” tutupnya.

Sementara Akmal Sjafril, yang membahas apa saja cita-cita dibentuknya SPI. “Ditutupnya periode pertama SPI ini bukan berarati berakhir. Alumni SPI tidak boleh lepas, harus selalu bersinergi dengan cara apapun. Karena #IndonesiaTanpaJIL tidak mungkin bekerja sendiri. Semua butuh teamwork. Rumus dasar untuk para aktivis dakwah adalah jangan terlalu banyak mikir, tapi tidak berjalan. Namun bukan berarti tanpa rencana. Semua orang besar modalnya adalah satu, yakni keras kepala,” sergahnya mengobarkan semangat keberanian para Alumni SPI.

“Setiap orang adalah pemimpin. Walau tak jadi pemimpin dalam struktur, namun otak kita secara otomatis menjadi pemimpin. Sebagai contoh Shalahuddin Al Ayyubi, seorang yang menjadi ujung tombak dalam kejayaan Islam. Namun seorang ujung tombak, tidak akan bisa berhasil tanpa adanya gagang yang di belakangnya, tangan kuat yang menggenggamnya, kaki kokoh yang melangkah, dan orang lain yang mendukung perjuangannya tersebut.” Paparnya menggebu. Akmal menjelaskan bahwa SPI adalah lembaga yang bernaung di bawah ITJ, yang konsen di bidang pendidikan dan mendukung banyak kegiatan-kegiatan edukasi dari lembaga-lembaga dakwah yang ada.

Dalam sesi lain, acara penutupan ini diisi dengan diskusi masing-masing perwakilan kampus yang memaparkan program kerja dakwah mereka, serta beberapa hambatan yang sering dihadapi. Dari sini bisa diambil kesimpulan, bahwa setiap kampus memiliki program kerja dan permasahalan yang beragam, maka penanganannya pun berbeda-beda. Maka SPI di sini berusaha mendukung segala bentuk program kerja tersebut dan berusaha membantu mencarikan jalan keluar bagi permasalahannya. (Ajeng/ITJ)

1

2 3 4 5 6 7 8