Workshop Pertama ITJ Bekasi: Inovasi Dalam Perjuangan

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, #IndonesiaTanpaJIL chapter Bekasi baru saja menggelar Workshop pertama pada Ahad, 15 Juni 2014, pukul 09.00-13.30, di Kampus B STMIK Bani Saleh. Workshop pertama ini diadakan dengan tujuan membekali para anggota yang baru terdaftar di ITJ Bekasi.

Materi workshop pertama ini mengangkat tema “Bahaya Islam Liberal” yang dipaparkan oleh koordinator chapter ITJ Bekasi, Yogi Prastiyo dan Pengenalan sejarah #IndonesiaTanpaJIL oleh Sekjen ITJ, Gatot Prasetyo.

Dalam pemaparan-pemaparan tersebut, para peserta tampak antusias dan merasa bersyukur bisa bergabung di ITJ. “Satu kata buat acara kemarin DAHSYAAAAAT…” Rizki Dwi Siswanto, Mahasiswa UPI Bandung dan pengajar. “Dari ana sendiri ITJ itu sangat mengesankan, luar biasa, suatu organisasi yang harus bisa dikasih jempol. Workshopnya sangat bagus dan menarik. Ana bisa mengetahui apa yang belum ana ketahui.” Muhammad Haadiy Muiz, pekerja.

“Menyadarkan bahwa diri ini dididik dalam lingkup sepilis. Maka dari itu, agar menegaskan hati untuk menjalankan agama secara kaffah tanpa ada lagi rasa miris.” Azhar Yanandi, Pengurus Pemuda Remaja Masjid Daarul Ulum (ARMADA).

“Alhamdulillah, acara workshop yang diadakan oleh kawan-kawan #ITJBekasi sangat inspiratif dan bermanfaat khususnya buat kalangan muda. Kami sangat bersyukur bisa ikut dan bergabung di #ITJ soalnya di luar sana masih banyak pemuda-pemuda yang belum tahu bahayanya gazwul fikri terutama pada lingkungan ranah pendidikan dan sosial.” Ujar Ahmad Sakhowi Amin, mahasiswa dan pengajar.

Acara ini dihadiri kurang lebih 30 orang peserta, yang juga sebagai pengurus GEMMA Jakapermai Masjid Al Azhar Jakapermai, ARMADA Masjid Daarul Ulum Bekasi, KAMMI Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Komisariat Bani Saleh, Pekerja, Pengajar, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung.

Kami berharap dengan adanya workshop 1 ini, bisa menambah pejuang di barisan #IndonesiaTanpaJIL, melancarkan setiap kegiatan dakwah kita dan menambah saudara seiman, sevisi dan semisi.

“Barakallahu fiik. Semoga para penggiat gerakan Indonesia Tanpa JIL semakin kreatif dan inovatif melawan gerakan Jaringan Islam Liberal di tanah air.” Rois Kurniawan, LDK Politeknik Negeri Jakarta.

Kami juga berharap makin banyak orang yang terinspirasi dari gerakan kita. Seperti teman kita yang satu ini. “Aku bukan orang alim! Aku baru anak kemarin sore yang mengerti apa itu Islam. Aku anak muda yang tergerus globalisasi pemikiran di luar sana. Aku juga sudah vakum tarbiyah, tapi karena workshop ini dan #IndonesiaTanpaJIL Allah bukakan lagi mata hatiku yang mau dibodohi kedzaliman. Semoga dengan bergabung dan ikut dalam barisan juang ini, Allah memberikanku hidayah-Nya. AllahuAkbar!” Pungki Tri Lestari, pekerja yang sedang menunggu hasil kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan 26 Rawamangun.

Semoga para pejuang #IndonesiaTanpaJIL semakin bersemangat dalam dakwah istiqomah dalam setiap kebaikan. Seperti kata Ketua Pelaksana Workshop ini.

“Alhamdulillah acara workshop ini memuaskan. Workshop ini adalah salah satu alur kaderisasi untuk masuk sebagai anggota resmi ITJ Bekasi. Selain itu workshop juga sebagai wadah meningkatkan kapasitas kita dalam melawan pemikiran yang dibawa oleh JIL itu sendiri. Harapan saya selepas ini, para peserta totalitas dalam menyuarakan penolakannya terhadap JIL dengan berjuang bersama dalam barisan Indonesiaaaa Tanpa JIL”, tukas Muhammad Irfan Nail, Ketua Divisi SDM ITJ Bekasi, KAMMI UMJ. (Ajeng/ITJ)

wsbekasi wsbekasi2