Workshop ITJ Bogor : Berbekal Untuk Sebuah Perlawanan

Ahad, 15 Juni 2014 kemarin, ITJ Bogor baru saja menyelesaikan salah satu agenda penting yaitu Workshop ke- 1 bagi para pegiat ITJ Bogor. Kegiatan yang diikuti oleh 25 orang peserta itu dihelat di Kampus IPB di kawasan Dramaga, Bogor. Workshop ke-1 ini adalah juga workshop yang pertama kali  dilaksanakan dengan format terbaru yang sudah ditetapkan oleh Pengurus Pusat Indonesia Tanpa JIL.

Workshop ini adalah sarana bagi orang yang tertarik dengan gerakan ITJ untuk berubah dari sekedar follower di media sosial menjadi aktivis atau pegiat ITJ. Bahkan lebih jauh lagi, workshop diharapkan mampu menjadi sarana peralihan dari istilah “orang awam” menjadi orang yang paham, senantiasa haus akan ilmu sehingga semangat belajar menjadi keniscayaan yang harus ditumbuh kembangkan dalam Ke depannya, workshop yang kurikulumnya dirancang sedemikian rupa, terstruktur dan dilaksanakan secara gradual akan menjadi agenda penting untuk membekali para pegiat gerakan #IndonesiaTanpaJIL tidak hanya mengenali platform gerakan tetapi juga memahami anatomi sekularisme, pluralisme dan liberalisme serta penangkalnya baik dari aspek pemikiran maupun praksis gerakan di lapangan.

Pada workshop pertama ini dihadirkan dua pembicara sekaligus dengan tiga materi yang disampaikan. Materi pertama dan ketiga disampaikan oleh Akmal Sjafril, ST, M.PdI sedangkan materi kedua disampaikan oleh Gita Pertiwi, pengurus ITJ Chapter Bogor.

Materi pertama dengan tema “Mengungkap Bahaya JIL” membahas JIL, baik sebagai organisasi maupun sebagai jaringan itu sendiri dengan berbagai bentuk organisasi penyokongnya. Kang Akmal, begitu beliau biasa dipanggil, seperti biasa menyampaikan dengan bernas berbagai kontradiksi dan kontorversi pemikiran sepilis yang diasong oleh JIL.

 

Pesan Perjuangan

Melalui materi Seputar Gerakan ITJ, selain berbicara sejarah terbentuknya ITJ yang bermula dari hashtag di media sosial sampai menjadi gerakan yang sudah cukup berkembang dewasa ini, Kang Akmal juga menyampaikan banyak pesan perjuangan. Mengingatkan kembali 7 Jatidiri Gerakan ITJ yang disampaikan pada Silatnas ke-1 dimana ITJ merupakan gerakan pemuda, gerakan kepeloporan, gerakan intelektual, gerakan dakwah, gerakan perlawanan, gerakan mandiri dan gerakan persatuan ummat. Pesan perjuangan lain dari beliau yang perlu digarisbawahi adalah ITJ sangat terbuka bagi setiap orang untuk berkontribusi melalui kemampuan yang dimiliki secara personal sehingga spektrum dakwah semakin meluas di berbagai segmen dan bidang garapan.

Dalam skala lokal, tak ketinggalan pula dipaparkan kiprah ITJ Chapter Bogor sejak mulai berdiri dua tahun silam hingga saat ini. Pemateri pada sesi tersebut adalah Gita Pertiwi, salah satu pengurus ITJ Chapter Bogor. Akhwat energik yang mempunyai akun twitter @jajanbalabala ini dengan bersemangat menyampaikan sejarah awal mula ITJ Chapter Bogor terbentuk, berbagai kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan serta dinamika lainnya di ITJ Chapter Bogor. Tak lupa secara simpatik, Teh Gita, sapaan akrabnya, kembali mengajak peserta workshop untuk bersama meniti perjuangan di ITJ Bogor.

 

Keluarga Kedua

Dari perspektif peserta yang hadir, satu hal yang menarik dari pelaksanaan workshop kemarin adalah beragamnya usia dan latar belakang peserta. Mulai yang berusia belasan tahun berstatus pelajar, ada pula mahasiswa dan pekerja/karyawan. Panitia mencatat, peserta termuda atas nama Agis Berlianti yang baru saja menanggalkan seragam putih biru SMP-nya tahun ini. Fenomena mulai banyaknya remaja/pelajar yang mengikuti kegiatan-kegiatan di ITJ Bogor akhir-akhir ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri mengingat karakteristik mereka yang aktif dan dinamis yang diharapkan pula menjadi pelanjut estafeta dakwah di ITJ kelak.

Antusiasme dan kegembiraan juga dirasakan para peserta workshop ITJ Bogor yang beberapa diantaranya dapat disimak dalam testimoni mereka berikut :

“Terima kasih buat @ITJBogor yang udah membuka wawasan bahaya JIL di Indonesia, jadi termotivasi untuk ikut memeranginya 🙂 “ (Tania Panandita @Pananditatania)

“Makasih untuk @ITJBogor nambah ilmu hari ini.. Ditunggu kajian parentingnya… 😀 #WorkshopITJBogor (Ginanjar Sumantri @Anjar777)

“Kemarin #WorkshopITJBogor luarbiasa seru, kita jadi sedikit faham dan move on dari awam :D” (@noorAddianna)

“@ITJBogor makasih ya udah ngingetin nikmatnya jadi muslim :)” (@ondoratmo)

“Duh iya yah, syukron buat @ITJBogor untuk workshopnya hari ini, semoga makin banyak generasi muda yang tercerahkan! *yang ngabisin snack*” (M. Yusuf AlRasid @tabrakpohon)

“@ITJBogor saya merasa disatukan dengan keluarga kedua saya yang sama sama ingin berdakwah, jazakumUllah #WorkshopITJBogor” (Alvin Oktarianto @tabrakportal) (Gita/ITJ)

wsbogor2

wsbogor5

wsbogor4