[Foto] #UINTanpaJIL Gelar Aksi Tolak Kedatangan Tokoh JIL di UIN SGD Bandung

uin-sgd-bandung-tolak-jil-01

uin-sgd-bandung-tolak-jil-02

uin-sgd-bandung-tolak-jil-03

uin-sgd-bandung-tolak-jil-04

uin-sgd-bandung-tolak-jil-05

uin-sgd-bandung-tolak-jil-06

dakwatuna.com – Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung yang tergabung ke dalam Aliansi UINTanpaJIL menggelar aksi menolak kedatangan Ulil Abshar Abdala tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) di depan kampus UIN Bandung, Senin (5/5/2014).

Awalnya, Ulil Abshar Abdalla dan Zuhairi Misrawi Direktur LSM Moderate Moslem Society (MMS) yang juga tokoh muda Jaringan Islam Liberal (JIL) akan mengisi seminar pada Milad ke-19 jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum (PMH) Fakultas Syariah dan Hukum, pada hari Senin (5/5/2014).

Keduanya diundang menjadi pembicara seminar yang bertema “Rekonstruksi Nalar Fiqih dalam Mewujudkan Mazhab Alternatif Sebagai Upaya Membangun Islam yang Solutif”. Namun, kehadiran kedua orang itu disambut dengan aksi demonstrasi. Kejadian tersebut membuat mereka membatalkan kehadirannya. Meski begitu panitia seminar tetap melanjutkan acara tanpa kehadiran pembicara utama.

Sementara itu Koordinator lapangan Karnadi mengatakan bahwa pernyataan JIL membuat kaum muslim sakit dan meresahkan masyarakat.

“Banyak pendapat mereka tentang fiqih bertentangan dengan pendapat fiqih yang muktabar ditambah ketidakberpihakan terhadap kaum muslimin”, ujarnya ketika ditemui  saat aksi. Karnadi juga menilai gerakan JIL cenderung mendiskreditkan umat Islam terkait HAM. Ia menambahkan pelanggaran HAM juga mereka dukung, contohnya kasus pembantaian demonstran di Timur Tengah khususnya Mesir.

Selain alasan tersebut, untuk meminimalisasi berkembangnya paham-paham sesat dan radikalisme juga merupakan dorongan UINTanpaJIL menggelar demonstrasi.

Sumber: dakwatuna