Ada #SecondChance di Bulungan, Jakarta

Ada suasana yang berbeda di Gedung Teater Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/04). Sejak bada zhuhur terlihat anak-anak muda dari berbagai kalangan berdatangan di gedung tersebut. Semuanya memiliki keinginan yang sama, ingin mendapatkan ilmu yang berguna dari perhelatan acara #SecondChance yang digelar Komunitas #IndonesiaTanpaJIL.

“Saya datang kesini untuk menyimak pengalaman berhijrah dari tokoh-tokoh publik yang diundang, dan mengambil nilai-nilai positifnya” ujar Fadli seorang peserta yang datang dari Bekasi.

Dalam acara tersebut memang hadir beberapa tokoh-tokoh publik dan artis, seperti Teuku Wisnu, Fahira Idris, Ucay dan Pewski. Mereka hadir diundang #IndonesiaTanpaJIL untuk berbagi pengalaman seputar hijrah yang sedang dan telah mereka lakukan saat ini dalam perjalanan hidupnya.

“Saya berhijrah dengan memasuki lingkungan yang dapat mendekatkan diri saya ke Allah SWT,”ujar Fahira Idris, seorang pegiat sosial yang aktif dalam Gerakan Anti Miras.

Dalam kesempatan lain, Teuku Wisnu, salah satu artis yang banyak diidolakan kaum muda, juga mengatakan, “Jangan takut dibilang aneh oleh teman sendiri kalau kita berada di jalan Allah. Tidak perlu galau kehilangan teman dan sahabat. Galau lah jika kita kehilangan Allah SWT”

“Jalan hidup sebelum sekarang terasa sia-sia, materi apapun yang saya dapatkan selalu hilang begitu saja tanpa bekas,” sergah Ucay, eks vokalis Rocket Rockers Band ini.

Sesi berbagi yang selesai saat waktu Ashar tiba ini dipandu oleh kang Daan Aria ini berjalan santai namun sarat dengan makna dan hikmah yang bisa diambil.

Pintu Taubat Selalu Terbuka

Dalam sesi tausyiah yang digelar bada Ashar, hadir ustadz Ajobendri dan Arif Rahman Lubis, yang selama ini selalu menyebar kebaikan melalui akun @TeladanRasul dan Febrianti Almeera atau yang dikenal Pewski, pendiri gerakan Great Muslimah Indonesia. Sesi kali ini dipandu oleh Akmal Sjafril, pegiat #IndonesiaTanpaJIL.

“Pintu yang selalu terbuka lebar adalah pintu taubat. Jangan pernah ragu untuk bertaubat,” tukas Arif Rahman Lubis.

Ditambahkan oleh Pewski,”“Hijrah adalah proses yang panjang, hijrah adalah perjalanan perpindahan dari sesuatu menuju ke sesuatu yang lebih baik, dari kegelapan menuju cahaya,” tukas Pewski.

Sementara ustadz Ajobendri mengapresiasi apa yang sedang dan sudah dilakukan #IndonesiaTanpaJIL. ”Dakwah bukan sekedar kewajiban, tapi kelaziman seorang muslim. Nikmat berdakwah ini yang sudah hilang pada diri generasi muslim. Salut buat ITJ,”ujar Ajobendri.

Turut tampil Anti Mammon Band, Melody Maker Band dan Tata Khan, seorang komedian stand up yang selama ini istiqomah membawakan pesan-pesan moral untuk generasi muslim di Indonesia.

Acara yang digelar #IndonesiaTanpaJIL ini memang bertemakan seputar hijrah yang telah dan sedang dilakukan oleh para narasumber diatas. Setiap manusia pasti memiliki sisi kelam dalam perjalanan hidupnya. Jauh bahkan lupa pada sang Maha Pencipta. Sadarkah bahwa setiap nafas kita merupakan “kesempatan kedua” yang Allah beri pada kita untuk kembali dan dekat dengan-NYA? Inilah maksud dari #SecondChance.

Oh ya, acara ini digelar dalam rangka refleksi dua tahun perjalan gerakan komunitas #IndonesiaTanpaJIL. Semoga dengan acara ini dapat bermanfaat untuk gerakan #IndonesiaTanpaJIL agar lebih istiqomah memberikan penyadaran kepada generasi muda akan bahaya nya virus Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme terhadap Islam yang diusung Jaringan Islam Liberal. (lucky/ITJ)

9 22