Saat ITJ Bahas HAM dan Nikah Lintas Agama di Malang

Alhamdulillah di Februari yang penuh suka cita ini, ITJ Malang berkesempatan menjadi panitia “Workshop Pemikiran dan Peradaban Islam” yang bekerja sama dengan Program Kaderisasi Ulama (PKU) ISID Gontor dan ITCON (Islamic Thought and Civilisation Institute).

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi ITJ Malang, karena selain bisa mendapatkan banyak ilmu dari pemateri yang istimewa juga bisa melebarkan sayap, menjalin ukhuwah dengan banyak instansi. Rangkaian acara dilaksanakan selama tiga hari tanggal 14-16 Februari di tempat yang berbeda.

malang1

Hari pertama, Workshop PKU dilaksanakan di Gedung Pusat Bahasa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, selain ISID Gontor, dan ITCON, acara ini bekerja sama dengan LDK UIN Maliki. Disini kami ingin mematahkan anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa di perguruan tinggi Islam banyak terdapat bibit-bibit pemikiran liberal, karena nyatanya di UIN masih banyak orang-orang keren yang tulus bekerja untuk menegakkan kalimat Allah.

Acara yang dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat mulai dari dosen, tokoh ormas, dan mahasiswa ini langsung dibuka dengan pemaparan materi yang berjalan mengalir tanpa terasa. Sesi tanya jawab pun menjadi ajang diskusi yang seru namun tetap menjaga adab masing-masing. Langitpun mulai memerah bak biji saga, pertanda maghrib akan segera tiba.

Hari selanjutnya, acara bergeser ke Ma’had Firqotun Najiyah. Pemateri telah siap membakar  Ghiroh peserta ditengah dinginnya kota Batu. Sunatullah, jika akan ada akhir dari setiap pertemuan, acara yang luar biasa inipun harus  berakhir di Universitas Brawijaya. Digelar di Gedung A FISIP UB dan Alhamdulillah tetap mendapat respon positif dari peserta. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi yang terkenal dengan kepakarannya dalam bidang pemikiran dan peradaban Islam mampu membuat peserta tidak melewatkan sepatah katapun ucapan dari beliau.

Dalam pemaparannya, Dr. Hamid menyampaikan bahwa Pluralisme yang diusung oleh orang-orang liberal juga mengandung arti Relativisme, tidak ada kebenaran yang mutlak, jika seseorang mengatakan bahwa A itu benar, orang lain juga berhak mengatakan A itu salah. Konsekuensinya adalah tidak ada yang boleh mengklaim satu agama yang paling benar dan lainnya salah, karena semua agama itu benar menurut penganut masing-masing. Lebih jauh lagi liberalis mengatakan bahwa Tuhan semua agama itu satu. Sebuah pemikiran yang berbahaya dan meracuni pikiran umat.

malang3

 

Setelah dibuka dengan prolog yang sangat apik oleh Dr. Hamid, acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh masing-masing peserta PKU untuk semakin mempertajam bahasan materi. Tema-tema yang akhir-akhir ini sering menimbulkan perdebatan seperti pernikahan beda agama, konsep tasamuh dalam Islam, pernikahan lintas agama menurut DUHAM, dan fenomena doa bersama lintas agama, dibahas dengan begitu menarik.

Fenomena artis-artis yang menikah lintas agama juga disinggung oleh salah seorang pemateri. Sebagai figur publik yang banyak digandrungi oleh masyarakat tentu menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri jika tindakan mereka untuk memutuskan menabrak aturan agama atas dasar cinta ditiru oleh masyarakat. Sehingga disini aktivis – aktivis #IndonesiaTanpaJIL dan kader-kader dakwah lainnya harus berperan aktif untuk meluruskan kekeliruan tersebut supaya tidak menjangkiti umat Islam di Indonesia.

Banyak pemikir liberal yang mengatakan bahwa aturan Islam untuk mengharamkan nikah lintas agama adalah melanggar HAM, tapi dengan tegas pemateri menyatakan bahwa ada dua pilihan yang harus diambil oleh masing-masing individu, Agama yang melanggar HAM atau HAM yang menodai agama, dan semoga hanya Allah-lah yang selalu menjadi dasar setiap langkah kita, bukan cinta semu yang menyesatkan dan membawa kerugian di akhirat.

Di sela-sela workshop, ITJ Malang juga menyediakan kotak infaq untuk membantu korban letusan Gunung Kelud. Terselip doa kepada saudara yang berada disana semoga diberi kesabaran dan Allah meringankan penderitaan mereka.

Tepat pukul 13.00 rangkaian acara “Workshop Pemikiran dan Peradaban Islam” telah selesai. Tiga hari yang menguras tenaga semoga bisa menjadi pemberat timbangan kebaikan kelak di akhirat. Bukankah Jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu? Dan janji Allah itu pasti. (nieskul/ITJ)