Dari Jogja Untuk Indonesia

Tak terasa, gerakan dakwah anti pemikiran sesat liberal yang telah luas dikenal di Nusantara dengan nama #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) telah menginjak usia dua tahun. Oleh karena itu, beberapa chapter dari ITJ menggelar event di kotanya masing-masing. Terutama chapter Yogyakarta, yang mengadakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi ITJ di tahun ke-2 ini.

Acara kali ini, bertema “Satu Visi Berantas Liberalisme”. Semangat tak kenal lelah para punggawa #ITJJogja seolah menunjukkan bahwa dakwah yang diusung ITJ dalam melawan virus sekularisme, pluralisme, dan liberalisme (sepilis) memang tak mengenal kata jemu untuk membentengi masyarakat dari paham sesat sepilis.

Hari Ahad (23/02) lalu adalah hari yang istimewa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam event tersebut, #ITJJogja tidak berjalan sendirian. Mereka menggandeng elemen-elemen dakwah yang ada di Jogja. Di antaranya adalah Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) DIY, SPJ (Solidaritas Peduli Jilbab), Forum Antar Rohis (Farohis) Jogja, BKPRMI, dan Forum Silaturahmi Remaja Masjid Yogyakarta (FSRMY).
Tak lupa pula Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja dan Takmir Masjid Jogokariyan yang menyediakan tempat untuk donor darah dan kajian yang bertajuk Ngaji Aqidah bersama Ustadz Ridwan Hamidi (Ketua MIUMI DIY). Adapun Pro-U Media dan Omus sebagai sponsor acara yang diinisiasi oleh gerakan yang sudah cukup familiar di telinga masyarakat Jogja tersebut.

Rangkaian acara dimulai dengan pembagian ratusan jilbab beserta buletin #ITJJogja di lingkungan Sunday Morning (sunmor) pada pagi hari pukul 06.30 hingga pukul 08.30. Dua orang aktivis #ITJPurwokerto juga turut hadir meramaikan acara tersebut. Mereka adalah Khoyrun dan Ryan.

Siang harinya dilanjut dengan kegiatan donor darah bekerjasama dengan PMI Kota Yogyakarta di Masjid Jogokariyan. Puluhan orang mendatangi Masjid Jogokariyan demi membantu saudaranya yang kurang beruntung dengan mengurangi sepuluh persen darah dalam tubuhnya untuk disumbangkan ke PMI.

Acara ditutup dengan kajian bertajuk “Ngaji Aqidah” bersama Ustadz Ridwan Hamidi. Beberapa waktu silam, Ustadz Ridwan telah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) wilayah DIY. Dalam pemaparannya, Ustadz Ridwan menjelaskan secara mendalam makna dan pentingnya menjaga aqidah agar kita tak terjerumus dalam kebathilan.

Setelah itu ada pembagian doorprize kepada peserta yang datang di awal waktu dan satu orang penanya terbaik.

Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dan banyak mendapat respon positif dari berbagai kalangan. “Tak terasa gerakan ini sudah berjalan dua tahun.

“Kami sadar tantangan dakwah semakin berat, untuk itu kami meminta maaf sekaligus memohon doa bagi kawan-kawan semua agar dakwah ini terus berjalan dalam menangkal virus liberalisme.” Papar Zaky Ahmad Rivai, koordinator ITJ chapter Jogja sembari menutup serangkaian acara #Milad2ITJ pada sore hari Ahad tersebut. (Zar/ITJ)