#IndonesiaTanpaJIL Bertugas Di ‘Hilir’

Dalam perhelatan Tasyakuran 11 Tahun Perjalanan Dakwah INSISTS di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, 12 Januari 2014 yang lalu, berbagai tokoh dan lembaga menyatakan harapan yang besar terhadap gerakan #IndonesiaTanpaJIL (ITJ). Sebagai gerakan yang bersumber dari ‘akar rumput’, ITJ dipandang mampu menjadi alternatif perjuangan baru dalam mewujudkan islamisasi ilmu pengetahuan.

“Kita harus menyebarluaskan pemikiran Islam ini dengan dakwah yang menyeluruh, mulai dari hulu ke hilir,” ungkap Adnin Armas yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif INSISTS saat ini. Artinya, pemikiran Islam yang digali dan dikembangkan oleh INSISTS harus membumi dan disampaikan kepada seluruh level masyarakat.

Untuk membumikan pemikiran Islam di segala lini, ITJ dapat mengambil peranan yang sangat besar. “ITJ yang telah tersebar di lebih dari 30 kota di seluruh Indonesia memiliki peluang terbesar untuk bekerja sama dengan semua lembaga yang hadir di sini,” ujar Akmal Sjafril, Ketua Div. Litbang ITJ Pusat. Di Twitter saja, jumlah follower ITJ Pusat pada tanggal 12 Januari 2014 sudah menembus angka 44.000. Luasnya ‘daya jangkau’ dakwah ITJ memberikannya keluwesan untuk bergerak di semua lini.

Potensi besar ITJ ini dibenarkan oleh Dinar Dewi Kania, pengurus The Center for Gender Studies (CGS). Menurutnya, ITJ memiliki kader-kader yang cukup militan dan sigap dalam berkontribusi. “Kami di CGS merasa sangat terbantu oleh teman-teman ITJ yang bekerja di lapangan. Saya dan Bu Rita Soebagio sudah beberapa kali bekerja sama dengan ITJ, dan insya Allah ke depannya akan lebih banyak lagi kerja sama yang bisa kita lakukan,” ujar Dinar.

Meski harus tetap optimis, ITJ juga harus siap menghadapi tantangan yang ada di hadapannya. “ITJ didukung oleh ribuan orang di berbagai daerah, dan hal ini menciptakan kondisi yang unik dan memiliki kompleksitas tersendiri. Dengan potensi sumber daya manusia yang sedemikian besar, ITJ harus memiliki pola manajemen yang baik. Tambahan lagi, setiap chapter memiliki masalahnya masing-masing yang bisa jadi tidak ditemukan di daerah-daerah lain,” ungkap Akmal.

Dalam usianya yang belum genap dua tahun, ITJ telah mengadakan Silaturrahim Nasional (Silatnas) sebanyak dua kali. Silatnas kedua yang digelar di Cisarua, Bogor, pada bulan November 2013 silam dihadiri oleh lebih dari 180 orang yang berasal dari 30 chapter. Pasca Silatnas, ITJ langsung ‘tancap gas’ dengan mengadakan berbagai kegiatan di setiap chapternya. (as/ITJ)

itj insist