#IndonesiaTanpaJIL Eksis di Acara Tasyakuran 11 Tahun INSISTS

Pasca Silatnas II di bulan November 2013 silam, keberadaan #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) semakin diperhitungkan. Dalam lingkungan pergerakan dakwah dan pemikiran Islam, ITJ sudah dianggap sejajar dengan berbagai gerakan intelektual lainnya. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran ITJ sebagai undangan dalam acara Tasyakuran 11 Tahun Perjalanan Dakwah INSISTS yang digelar di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, pada hari Ahad, 12 Januari 2014.

Sebagai bagian dari perwujudan rasa syukur atas perjalanan dakwah selama 11 tahun, Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) menggelar acara diskusi dan sharing bersama para mitra dakwahnya. Selain INSISTS, hadir pula Institut Pemikiran & Peradaban Islam (InPAS), Institut Pemikiran Islam & Pembangunan Insan (PIMPIN), Pusat Studi Peradaban Islam (PSPI), The Center for Gender Studies (CGS), Depok Islamic Study Circle (DISC) Masjid UI, Komunitas Penggenggam Hujan (KPH), #IndonesiaTanpaJIL dan beberapa wakil organisasi lainnya.

Kehadiran ITJ dalam acara tasyakuran ini diwakili oleh sejumlah pengurus ITJ Pusat, yaitu Ade Candra (Korpus), Akmal Sjafril (Kadiv. Litbang), Muhammad Azka (Div. Kaderisasi), dan Indra Pratama (Komisi Disiplin). Dalam acara ini, sebagaimana lembaga lainnya, ITJ mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri, menjelaskan perjuangan yang sudah dilaluinya selama ini beserta tantangan yang dihadapinya, dan kemungkinan untuk melakukan sinergi dengan lembaga-lembaga lainnya.

“ITJ yang telah tersebar di lebih dari 30 kota di seluruh Indonesia memiliki peluang terbesar untuk bekerja sama dengan semua lembaga yang hadir di sini. Kami dengan senang hati menyatakan siap belajar dari para asatidz yang aktif di INSISTS, InPAS, PIMPIN, PSPI, CGS dan sebagainya. Kita juga bisa berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, karena insya Allah ITJ didukung oleh ribuan kadernya,” ungkap Akmal yang dipercaya untuk berbicara atas nama ITJ dalam kesempatan itu.

Selama 11 tahun perjalanan dakwahnya, INSISTS telah memicu ‘revolusi’ pemikiran Islam di tanah air yang kemudian melahirkan banyak tokoh dan lembaga serupa yang memperjuangkan kebangkitan Islam melalui jalur intelektual. Acara tasyakuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh senior INSISTS, antara lain Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. Nirwan Syafrin, Dr. Ugi Suharto, Dr. Adian Husaini, Adnin Armas, Henri Shalahuddin, dan Asep Sobari. (as/ITJ)