#IndonesiaTanpaJIL, Bendung Arus SEPILIS, Kokohkan Aqidah

Baru saja #IndonesiaTanpaJIL menggelar perhelatan akbar akhir minggu lalu. Perhelatan akbar sukses mengumpulkan seluruh pejuang aqidah umat Islam dari seluruh penjuru negeri yang bertajuk Silaturahim Nasional (Silatnas) yang berlangsung di Villa Gema Insani Press, Cisarua, Bogor tanggal 9 dan 10 Nopember 2013.

Dalam Silatnas yang kedua kalinya digelar #IndonesiaTanpaJIL tersebut, agenda salah satunya adalah memilih pemimpin baru Gerakan #IndonesiaTanpaJIL  yang biasa disebut Koordinator Pusat. Dan dalam musyawarah besar yang diikuti seluruh peserta Silatnas, terpilih secara musyawarah, sosok anak muda sebagai Koordinator Pusat #IndonesiaTanpaJIL periode 2013-2015, yakni Ade Candra.

Candra, demikian panggilannya, seorang anak muda kelahiran Jakarta, 26 tahun lalu ini dikenal sebagai sosok yang aktif menginisiasi beberapa kegiatan di Chapternya, Bekasi dan mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan #IndonesiaTanpaJIL. Dengan karakter, sedikit bicara dan banyak bekerja ini lah, tak heran bila dia terpilih sebagai Koordinator Chapter Bekasi sejak awal Chapter Bekasi pada medio Maret 2012, dan di bulan April 2013 menjadi Ketua Panitia Miladkustik #IndonesiaTanpaJIL yang pertama di Car Free Day Jln. MH. Thamrin, Jakarta.

 

tumpeng
Candra (kiri) menyerahkan tumpeng ke Fajar (kanan) Korpus #IndonesiaTanpaJIL, saat Miladkustik

 

“Saya mengajak rekan-rekan ITJ untuk bersama membangun generasi muda muslim Indonesia yang mencintai Islam, cerdas beragama, dan kokoh aqidahnya,”ujar Candra saat ditanya mengenai visi kepemimpinannya.

“Direncanakan beberapa program yang lebih segar dan lebih kreatif sebagai salah satu cara membendung arus SEPILIS di Indonesia,” tukas Candra saat ditanya apa saja yang akan dilakukannya selama dua tahun ke depan.

Dia juga mengharapkan kepada seluruh khalayak #IndonesiaTanpaJIL dapat menjaga terus ukhuwah yang sudah terjalin selama ini. Karena dengan ikatan ukhuwah yang erat, menjadi salah satu bekal bagi umat Islam untuk dapat berbuat efektif dalam melawan paham Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme yang  dilakukan Jaringan Islam Liberal dan jaringannya.  (ITJ/ls)