ITJ Gelar Workshop Islamic Worldview di Pekanbaru

#IndonesiaTanpaJIL kembali menggelar Workshop Islamic Worldview, kali ini bertempat di Universitas Riau (UR), Pekanbaru. Workshop yang diselenggarakan selama dua hari penuh pada tanggal 12-13 Oktober 2013 dan diikuti oleh sekitar 50 orang peserta ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan atas kerja sama UR, UKMI Ar-Royyan, dan #IndonesiaTanpaJIL Chapter Pekanbaru. Sehari sebelumnya, telah digelar bedah buku Buya Hamka : Antara Kelurusan ‘Aqidah dan Pluralisme.Workshop Islamic Worldview adalah salah satu program utama yang telah digariskan oleh #IndonesiaTanpaJIL Pusat. Menurut Akmal Sjafril, Ketua Div. Litbang #IndonesiaTanpaJIL Pusat yang juga menjadi fasilitator dalam kegiatan ini, Workshop Islamic Worldview memang didesain khusus untuk menjawab serangan-serangan pemikiran masa kini, terutama yang dilancarkan oleh kaum orientalis dan para anak didiknya.

“Workshop ini memperdalam konsep-konsep kunci dalam agama Islam, dan dalam banyak hal juga mengkontraskannya dengan konsep-konsep dalam agama lain. Hal ini perlu dilakukan agar umat Muslim tidak kebingungan membedakan ajaran Islam dengan agama lainnya,” ujar Akmal.

Kesalahan konseptual dalam memahami ajaran Islam ditengarai merupakan salah satu masalah yang menjerumuskan umat Muslim sehingga mudah menjadi korban propaganda kaum orientalis. “Misalnya saja, ada film Barat yang bercerita tentang Adam dan Hawa atau keluarga Ibrahim. Yang diceritakan dalam film itu sebenarnya berdasarkan perspektif Bibel, hanya saja banyak Muslim yang ikut-ikutan mempercayainya lantaran tidak mengerti kisah sebenarnya yang dijelaskan dalam Al-Qur’an,” kata Akmal.

 

 

Selain dalam memahami kisah-kisah seperti di atas, tidak sedikit Muslim yang mengira bahwa ‘Tuhan’ yang disembah oleh setiap agama sebenarnya sama, hanya saja kita memanggil-Nya dengan nama-nama yang berbeda dan cara penyembahannya pun berbeda. Kesalahpahaman semacam ini membuat banyak orang percaya dengan klaim pluralisme agama. Oleh karena itu, Workshop Islamic Worldview membahas konsep Tuhan dalam ajaran Islam (tauhidullaah) dan memperbandingkannya dengan konsep Tuhan dalam agama-agama lain.

Arif Wicaksa, salah satu mahasiswa FISIP UR yang berkesempatan mengikuti workshop, menyambut baik kegiatan ini. “Workshop ini membuka maya saya tentang keindahan, keteguhan dan kekuatan ajaran Islam. Materi disampaikan dengan sangat komunikatif, mudah dipahami, namun padat berisi,” ungkapnya.

Bella Risasta, yang juga sedang menempuh studi di FISIP UR, berpendapat bahwa workshop ini memberikannya sebuah perspektif baru sehingga dapat memahami dengan jelas bahaya sekularisme, liberalisme dan pluralisme. “Serunya, di workshop ini juga kita diajari untuk berpikir kritis terhadap klaim-klaim kaum liberalis. Jika kita memiliki pegangan yang benar, sebenarnya tidak sulit mematahkan argumen mereka,” kata Bella.

Sebagai salah satu program utamanya, #IndonesiaTanpaJIL bertekad menggelar workshop semacam ini untuk seluruh chapternya. “Sebelumnya kami sudah menggelar workshop yang sama di Bogor. Biasanya kendalanya adalah pendanaan. Tapi insya Allah selalu ada jalan,” kata Akmal.

Workshop Islamic Worldview berikutnya saat ini tengah dalam tahap perencanaan, dan sedianya akan digelar di Bekasi. Beberapa daerah lainnya juga tengah merencanakan kegiatan serupa.  (Islamedia – ITJ/ds)