Program Perdana #IndonesiaTanpaJIL #ITJGoesToOffices: Lion Air, Cengkareng

Bahaya laten Islam liberal (Islib) diam-diam sudah menyebar di tengah masyarakat. Pemikiran-pemikiran menyimpang yang mencatut nama Islam itu, bahkan diajarkan secara sistematis oleh tokoh-tokoh yang kadung dikenal sebagai cendekiawan Muslim. Untuk melindungi diri dan keluarga dari pemikiran Islib tersebut, kuncinya adalah selalu memiliki ‘pegangan’, yaitu sebuah lingkungan atau komunitas yang kondusif, tempat kita mengkaji agama. Demikian diungkapkan Akmal Sjafril, aktivis #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) pada Selasa (24/09) kemarin di Tangerang.

lion air

Di hadapan jamaah Pengajian Ba’da Dzuhur Pegawai Lion Air itu, Akmal juga menjelaskan perihal adanya para oknum dosen liberal di beberapa perguruan tinggi Islam. Menurutnya, perguruan-perguruan tinggi tersebut justru tidak mencetak para pembela Islam, melainkan malah membiakkan tokoh-tokoh yang pemikirannya merusak.

“Agama ini luas. Tidak mungkin kita mempelajari segalanya sekaligus atau dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kita harus memiliki lingkungan atau komunitas yang memfasilitasi kita untuk terus belajar agama secara rutin. Pengajian di mushola ini adalah salah satu contohnya,” lanjutnya.

“Kita juga bisa menemukan kajian-kajian yang bermanfaat di lingkungan tempat kita tinggal. Demikian juga siswa-siswi sekolah biasanya punya sarana mentoring atau halaqah-halaqah. Semua itu adalah sarana agar kita sering berkumpul dengan orang-orang saleh dan menjaga diri dari pemikiran yang sesat,” kata peraih beasiswa Program Kaderisasi Ulama itu memaparkan.

Penulis produktif yang juga peneliti INSISTS itu menegaskan bahwa untuk merespon tantangan pemikiran Islam liberal, kunci utamanya adalah menjaga diri dan keluarga masing-masing dari segala penyimpangan yang menyebar luas melalui media massa dan sarana-sarana lainnya.

“Jika setiap orang berhasil menjaga diri dan keluarganya, maka insya Allah akan terwujud masyarakat Islami yang didamba-dambakan oleh setiap Muslim,” kata Akmal menyimpulkan.

Semarak

Pegawai maskapai penerbangan Lion Air yang berkantor di komplek Bandara Mas, Cengkareng, mengikuti kajian yang boleh dibilang spesial. Selasa lalu itu, mereka menerima kedatangan Akmal Sjafril, yang buku-buku pemikiran Islamnya dipandang banyak memberi pencerahan.

Dalam pengajian bakda Dzuhur yang diselenggarakan dengan koordinasi bersama ITJ Chapter Tangerang itu, Akmal didapuk untuk menyampaikan kajian seputar bahaya pemikiran Islam liberal.

“Ini adalah bagian dari program #IndonesiaTanpaJIL untuk mulai memasuki ranah dakwah di perkantoran,” ujar Malik Affwan, Koordinator ITJ Chapter Tangerang.

Kajian yang digelar secara akrab dan sederhana itu berlangsung di Mushola Lion Village Facility BMS yang dikenal semarak dengan kegiatan-kegiatan pengajian.

“Alhamdulillaah, kegiatan pengajian seperti ini sudah rutin kami lakukan setiap pekannya di Lion Air. Supaya akrab dan tidak menzalimi waktu makan siang pegawai, kami biasanya mengakhiri kajian dengan makan nasi kotak bersama, dan nasi kotaknya dikoordinir oleh pengurus mushola,” kata Deny Defrian, salah satu pengurus Mushola Lion Air.[itjmediacenter/im]

__________________

Mau kantornya kita datangi untuk program #IndonesiaTanpaJIL #ITJGoesToOffices ? Hubungi kami ya 😀